A.         TUGAS POKOK

Kedudukan Kantor SAR Kelas B Pangkalpinang adalah sebagai Unit Pelaksana Teknis dibidang Search and Rescue yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Search and Rescue Nasional. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan SAR Nasional Nomor PK 15 Tahun 2011, Kantor SAR Kelas B Pangkalpinang mempunyai tugas melaksanakan siaga SAR, pelatihan SAR, pembinaan potensi SAR, tindak awal dan operasi SAR, serta pengerahan dan pengendalian potensi SAR dalam rangka operasi SAR yang meliputi usaha dan kegiatan mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah pelayaran dan/atau penerbangan, atau bencana dan musibah lainnya.

B.          FUNGSI

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Kantor SAR Kelas B Pangkalpinang menyelenggarakan fungsi :

a.      penyusunan rencana dan program kerja Kantor SAR;

b.      pelaksanaan siaga SAR secara terus menerus selama 24 (dua puluh empat) jam setiap hari;

c.      pelaksanaan siaga komunikasi secara terus menerus selama 24 (dua puluh empat) jam setiap hari;

d.      pelaksanaan tindak awal dan operasi SAR;

e.      pengerahan dan pengendalian potensi SAR dalam operasi SAR;

f.       pelaksanaan latihan SAR;

g.      pelaksanaan pembinaan potensi SAR;

h.     pelaksanaan kerja sama di bidang SAR;

i.       pengelolaan sarana dan prasarana SAR; dan

j.       pelaksanaan ketatausahaan, kerumahtanggaan, kepegawaian, keuangan, kehumasan, hukum, pelayanan kesehatan dan         

         pelaporan Kantor SAR.


C. SASARAN PENGEMBANGAN BASARNAS

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Basarnas, perlu dilaksanakan strategi- strategi sebagai berikut :

  1. Menjadikan Kantor SAR Pangkalpinang sebagai yang terdepan pada pelaksanaan operasi SAR dalam musibah pelayaran dan penerbangan, bencana dan musibah lainnya;
  2. Pembentukan Pos SAR di Wilayah Kerja rawan musibah/bencana yang sulit dijangkau dari Pangkalpinang;
  3. Mengembangkan mekanisme koordinasi yang dipatuhi oleh semua potensi SAR melalui pembentukan Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD);
  4. Melaksanakan pembinaan SDM SAR melalui pola pembinaan SDM yang terarah dan berlanjut agar dapat dibentuk tenaga-tenaga SAR yang profesional.
  5. Melaksanakan pemenuhan kebutuhan SDM, sarana/ prasarana dan peralatan SAR secara bertahap agar dapat menjadikan operasi tindak awal SAR yang mandiri, cepat, tepat, dan handal sesuai ketentuan nasional dan internasional.
  6. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan SAR melalui jenjang pendidikan sesuai dengan kebutuhan dalam lingkungan BASARNAS.
  7. Penciptaan system sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyelenggaraan operasi SAR.